Dokter dan peneliti tahu, ada beragam jenis C. auris di berbagai belahan dunia. Atas alasan inilah, mereka percaya bahwa jamur tidak berasal dari satu tempat.
Beberapa ahli berpendapat bahwa penggunaan pestisida dan perawatan antijamur lainnya menyebabkan C. auris muncul di berbagai lokasi pada waktu yang bersamaan.
Pada 2013, ilmuwan pernah menemukan jamur lain yang juga tahan terhadap obat, yakni Aspergillus. Mereka mengamati bahwa jamur itu justru tinggal di tempat-tempat di mana pestisida atau antibiotik digunakan.
Karena pestisida, antijamur dan antibiotik terus menerus dipalikasikan pada tanaman dan pada ternak, ada kemungkinan bahwa jamur dan bakteri yang ditargetkan oleh obat ini belajar berevolusi dan bertahan hidup, meskipun sang inang sedang dalam perawatan.
Sampai peneliti dapat menentukan penyebab penyakit yang resistan terhadap obat ini, CDC mendesak orang-orang di seluruh dunia agar tak malas untuk mencuci tangan dengan sabun dan menambahkan hand sanitizer, sebelum dan sesudah berkunjung ke rumah sakit atau pusat kesehatan.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.