Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada Serangan Jamur yang Kebal dengan Antibiotik

Agregasi KR Jogja , Jurnalis-Kamis, 11 April 2019 |18:10 WIB
Waspada Serangan Jamur yang Kebal dengan Antibiotik
Waspada jamur wabah penyakit (Foto: Ist)
A
A
A

CDC melaporkan tujuh kasus pertama C. auris di AS pada Agustus 2016. Pada Mei 2017, total 77 kasus melanda New York, New Jersey, Illinois, Indiana, Maryland, Massachusetts, dan Oklahoma.

Setelah meneliti orang-orang yang berkaitan dengan 77 kasus pertama, CDC menentukan bahwa jamur yang mampu menyebar dengan pesat tersebut telah menginfeksi lebih dari 45 orang.

Pada Februari 2019, ada 587 kasus C. auris yang dikonfirmasi ada di AS saja. CDC menambahkan, mereka yang sistem imunnya lemah, lebih gampang untuk terinfeksi.

Biasanya, C. auris menyerang orang yang berada di rumah sakit atau mengidap penyakit parah. Faktanya, wabah C. auris telah dilaporkan menjangkit di banyak rumah sakit dan pusat kesehatan di seluruh dunia.

Di Inggris, unit perawatan intensif harus ditutup setelah mereka menemukan 72 orang di sana terinfeksi C. auris. Di Spanyol, sebuah rumah sakit mendapati 372 pasiennya menderita infeksi jamur ini --sekitar 41 persennya, meninggal dalam waktu 30 hari setelah didiagnosis.

C. auris mengkhawatirkan para ahli kesehatan, lantaran tidak dapat dikendalikan dengan perawatan obat yang ada. Bahkan fungi tersebut memiliki kemampuan untuk bertahan hidup di permukaan yang kerap disentuh manusia, seperti dinding dan furnitur, selama berminggu-minggu.

 

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement