Baca Juga: Pesona Bripda Marselina, Polwan Cantik yang Bikin Pria Rela Diborgol Hatinya
"Mungkin orangtua enggak ada di rumah, begitu juga dengan teman-temannya. Setidaknya guru banyak dilatih dan tahu dampak bullying. Guru dan murid itu harusnya seperti sahabat, bisa saling membantu dan jadi orangtua kedua yang bisa melindungi," ucapnya.
Dia juga berpesan kepada publik agar tidak membuat masalah ini jadi berlarut-larut. Misalnya dengan membully para pelaku di media sosial atau malah ikut menyebarkan berita hoax.
"Masyarakat harus menyadari jangan malah membully pelaku. Kita harus jaga itu, karena jangan sampai masa depan perempuan dirusak. Untuk pelakunya, serahkan saja hukumannya berdasarkan sistem di Indonesia, masyarakat jangan ikut-ikutan menghakimi," tutupnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.