Oleh karenanya, para orangtua diharapkan mampu meningkatkan elastisitas anak dalam penggunaan gadget termasuk media sosial. Orangtua juga perlu mengetahui konsekuensi dari pemberian gadget kepada anak dan mengajarkan cara menggunakan teknologi tersebut dengan baik. Bahkan orangtua perlu memahami tentang media sosial.
Sementara itu, menurut Sekretaris KemenPPA, Dr. Pribudiarta Nur Sitepu, MM, elastisitas anak diperlukan agar mereka tahu hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan ketika berada di rumah, sekolah, maupun masyarakat. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah bertatap wajah dengan orangtua setiap hari paling tidak 60 menit. Dari tatap wajah itu, orangtua bisa berbincang kepada anak mengenai kejadian yang dialaminya dan mendiskusikan berbagai hal.
“Dengan begitu, orangtua menjadi pihak yang pertama tahu kalau anaknya sedang ada masalah, depresi, mengalami bully, itu menjadi penting. Orangtuanya perlu mengobrol secara langsung, jangan hanya melalui gadget atau media sosial saja karena tidak bisa mengungkapkan seluruh perasaan anak,” ujar Pribudiarta saat ditemui Okezone dalam konferensi pers di Gedung KemenPPA, Kamis (11/4/2019).
