
Selain miniatur pantai dan beragam kuliner khas Malang, baik berupa minuman maupun makanan, Kampung Arema nanti juga akan menghadirkan miniatur rumah khas Malangan, bahkan bahasa untuk komunikasi di kawasan kampung itu nanti harus menggunakan bahasa walikan (terbalik).
Bahasa walikan tersebut, terang Sutiaji, menjadi ciri khas komunikasi warga Malang Raya. Selain itu, bahasa walikan yang digunakan dalam berkomunikasi itu nanti sekaligus mengenalkan salah satu identitas bahasa khas Malangan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, mengatakan pembangunan Kampung Arema dimulai pada tahun 2020.
"Saat ini, kami masih perlu membuat kajian yang detail dengan para investor sebelum menyusun besaran anggaran yang dibutuhkan. Setelah dikaji, kemudian disusun penyusunan Detail Engineering Design (DED)," ucap Ida Ayu.
Dia mengaku masih banyak yang harus dikaji untuk mewujudkan Kampung Arema tersebut.