Berawal dari kurang produktifnya lahan jeruk yang dimilikinya, seorang petani di Dusun Binangun, Desa Bumiaji, Kota Batu, menyulap kebun jeruk menjadi objek wisata bumi kitiran. Menempati luas lahan 8.000 meter persegi, Sukaji Widyantoko, menyulap lahannya dengan membuat 25 ribu kincir angin yang menjadi salah satu destinasi wisata instagramable terbaru di Kota Batu.
Berada di Dusun Binangun, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, ribuan kincir angin beraneka ragam warna ini menjadi wisata instagramable dan memiliki daya tarik tersendiri. Terlebih ketika tiupan angin tiba, maka suara ribuan kincir angin berputar seolah menjadi irama nada.

Bahkan barisan kincir angin yang tersusun rapi dengan di perbukitan yang berwarna - warni, mulai dari merah, hijau, biru, kuning, ungu, hingga oranye, akan memanjakan mata anda. Kincir angin ini disusun pada sebuah bambu setinggi 60 - 70 cm yang tertanam di tanah.
"Awalnya kami iseng - iseng memanfaatkan lahan jeruk yang tak produktif, dengan membuat wisata yang belum ada di Jawa Timur. Kebetulan teman kami ada yang buat di Magelang, jadi kenapa tidak kami coba di sini, kebetulan suasana dan alamnya mendukung," ungkap Sukaji ditemui Okezone.

Ia menambahkan untuk mengubah kebun jeruknya menjadi ribuan kincir angin ini tidaklah mudah. Diperlukan setidaknya waktu 2 bulan untuk memulai dari awal menebangi pohon jeruk dan menggantinya dengan 25 ribu kincir angin.
"Waktunya dua bulan dan memerlukan modal awal Rp 250 juta. Jadi yang sulit itu memotongi pohon jeruknya, biayanya juga banyak digunakan di jasanya," tambahnya.
Namun usaha Sukaji berbuah manis, kini Wisata Bumi Kitiran menjelma menjadi destinasi wisata Instagramable baru yang digandrungi anak muda. Bahkan meski letaknya yang cukup jauh dari jalan raya, tak membuat sepi tempat wisata yang baru dibuka pada 18 Agustus 2019 lalu. "Sejak dibuka untuk umum pada 18 Agustus 2019 lalu setidaknya sehari dikunjungi 100 pengunjung, kalau weekend bisa sampai 300 pengunjung. Ya meski dengan segala keterbatasannya termasuk akses jalan menuju lokasi yang masih jelek dan jauh," terangnya.