Itu termasuk konsumsi diet harian peserta terhadap buah-buahan, sayuran, dan daging. “Kami memetakan hasil prediksi pada data kematian dari setiap kelompok, menggunakan catatan kematian Kantor Statistik Nasional, statistik rumah sakit, dan data kanker Inggris. Kami menemukan mesin pembelajar algoritma itu lebih akurat dalam memprediksi kematian dibanding kan model prediksi standar yang dikembang kan pakar manusia,” ujar nya.
Model kecerdasan buatan dan mesin pembelajar yang disebut “Random Forest” dan “Deep Learning” digunakan da lam studi itu. Mereka berbeda dengan model prediksi “Cox Regression” yang biasa digunakan berdasarkan umur dan gender. Cara sebelumnya ini kurang akurat dalam memprediksi kematian.
BACA JUGA : Setelah Koma 24 Jam, Pria Skotlandia Ini Tiba-Tiba Bicara Bahasa Melayu
Studi baru ini dibangun berdasarkan karya sebelumnya oleh tim dari Nottingham yang menunjukkan bahwa empat algoritma AI, yakni Random Forest, Logistic Regression, Gradient Boosting, dan Neural Networks memiliki hasil lebih baik dalam memprediksi penyakit kardiovaskuler dibandingkan algoritma yang digunakan saat ini dalam panduan kardiologi.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.