Lebih lanjut Bupati Suradnyana menambahkan, tarian yang diikuti lebih dari 7000 orang ini adalah tarian dengan jumlah penari terbanyak di Bali, namun dirinya enggan mencatatkan pada rekor. Saya menilai, tarian ini murni sebagai bentuk ketulusan dari para penari yang dipersembahkan ke masyarakat Buleleng,“ kata Suradnyana.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng Gede Komang menyebutkan konsep tariannya adalah Ngayah, yang maknanya adalah persembahan/bekerja tanpa pamrih dengan segala ketulusan dan keikhlasan.
“Namun demikian, telah disarankan setiap kelompok penari Rejang Renteng berjumlah ganjil,” Ujar Gede Komang.
Panitia juga melaksanakan ritual persembahyangan khusus di Pura Jagatnatha sesaat sebelum tarian massal dimulai. Ritual itu dipuput oleh 20 orang pemangku, dan diiringi dengan tarian Rejang Renteng yang ditarikan oleh 100 orang penari dari Kecamatan Seririt.
“Sepanjang jalan raya tempat dimana tarian sakral itu dipentaskan diperciki Tirta dan Ngerauhang Bija. Barulah setelah seluruh penari nunas Tirta dan Bija, tarian massal itu siap dipentaskan,” kata Gede Komang.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.