Menurutnya, zaman dahulu ada seorang sahabat Nabi bernama Kalid bin Walid yang berperang melawan musuh Islam namun sangat menyesal karena ia tidak gugur di medan pertempuran. Sedangkan luka-luka yang dideritanya sangat parah. Di zaman Nabi, seluruh Muslim mengorbankan jiwa dan hartanya demi agama yang bertujuan untuk mati syahid.
Ia menambahkan terdapat tiga kriteria mati syahid. Pertama, mati syahid dunia akhirat yang dialami oleh para sahabat Nabi dalam berjuang di jalan Allah lantas gugur. Saat ini konteks yang relevan dengan mati syahid dunia akhirat dialami oleh para pejuang di Palestina dalam mempertahankan agama Islam.
Baca Juga: 10 Perempuan Tercantik di India, Idola Kamu Masuk Gak?
Terdapat kisah Hamzah bin Abdul Muthalib yang gugur dalam Perang Uhud karena ditombak. Hal itu merupakan kisah seseorang yang mati syahid dunia akhirat pahalanya. Darah seseorang yang mati syahid wanginya ibarat minyak kasturi. Bahkan, dalam peperangan seseorang yang mati syahid jenazahnya tidak dimandikan namun langsung dikuburkan. Mati syahid dunia akhirat merupakan idaman bagi seluruh umat namun tidak mudah untuk memerolehnya.
