Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gara-Gara Cakaran Kucing, Bocah Ini Rutin Masuk Rumah Sakit Jiwa

Amanda Rahmadianti Syafira , Jurnalis-Senin, 25 Maret 2019 |08:30 WIB
Gara-Gara Cakaran Kucing, Bocah Ini Rutin Masuk Rumah Sakit Jiwa
Cakaran Kucing (Foto: Nypost)
A
A
A

“Dia mengalami gejala somatik non-spesifik, termasuk kelelahan yang berlebihan, sakit kepala setiap hari, nyeri dada, sesak napas (kemungkinan panik),” laporan itu menjelaskan.

Saat Musim panas waktu itu, dia dirawat selama 11 minggu di rumah sakit kejiwaan, di mana dia menjalani sebuah tes. Setelah tes berakhir, orangtua bocah itu melihat "bekas luka" aneh di sekitar paha dan ketiaknya.

Jelas tanda itu tidak disebabkan oleh berat badan, dokter mengatakan bahwa itu lebih terlihat seperti goresan dari kucing. Menurut laporan, anak itu menderita penyakit dari cakaran kucing akibat infeksi bakteri Bartonella Henselae yang telah ditemukan dalam sepertiga darah kucing yang sehat, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Infeksi dianggap cukup umum dan tidak serius. Biasanya, itu hilang sendiri tetapi dalam kasus-kasus serius seperti ini, antibiotik atau perawatan medis lainnya mungkin diperlukan. Untuk menghindari infeksi, CDC merekomendasikan untuk memelihara kucing peliharaan tetap berada di dalam ruangan, dan agar mencuci tangan setelah menyentuh kucing. Setelah menerima antibiotik, anak itu sepenuhnya pulih dari penyakitnya.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement