
Oleh sebab itu, dr Hably memberikan beberapa tips yang bisa dilakukan oleh masyarakat untuk mendeteksi pendengaran pada bayi dengan cara yang sederhana, Menurutnya, meski bayi belum bisa berbicara, namun ia sudah mampu merespon dan menujukkan refleks saat mendengar suara keras.
"Cara observasi bayi terhadap suara dapat dilihat dari refleks bayi ketika mendengar suara keras atau disebut refleks moro. Refleks moro itu kalau bayi tidak memakai bedong, tangannya seperti mau meluk, kaget. Ada juga tanda lain berupa auropalpebra atau mengejapkan mata, grimacing mengerutkan wajah, berhenti menyusu atau mengisap lebih cepat, bernapas lebih cepat, dan ritme jantung bertambah cepat," tambahnya.
Dokter Hably mengatakan bahwa orangtua juga harus menggunakan trik saat hendak mengetes pendengaran bayinya. Triknya adalah dengan memberikan rangsangan suara dari belakang bayi. Jika seorang bayi tidak merespon rangsangan suara yang Anda berikan dari bagian belakang, maka segera periksakan kondisi anak tersebut ke fasilitas terdekat.
“Jangan dites di depan bayi tapi di belakang bayi, biasanya kalau bayi mendengar klakson atau tepuk tangan dari belakang bayi, biasanya dia menunjukkan refleks. Nah kalau refleksnya tidak ada segerakan kontrol ke fasilitas kesehatan untuk diperiksa,” ucap dr. Hably.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.