Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cegah Tuli Kongenital, Begini Cara Tes Kondisi Pendengaran Bayi

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Sabtu, 23 Maret 2019 |12:30 WIB
Cegah Tuli Kongenital, Begini Cara Tes Kondisi Pendengaran Bayi
Ilustrasi (Foto: Momjunction)
A
A
A

Gangguan pendengaran atau biasa disebut dengan tuli, merupakan sebuah penyakit yang cukup mengganggu kehidupan seseorang. Penyakit ini memang tidak menyebabkan kematian pada penggunanya, namun penderitanya akan kesulitan dalam melakukan aktivitas karena keterbatasannya dalam mendengar.

Tuli sendiri terdiri dari beberapa macam, salah satunya adalah tuli kongenital. Tuli jenis ini bisa terjadi pada seorang bayi sejak lahir. Ketulian ini sendiri bisa diakibatkan karena bawaan seperti riwayat hamil dan lahir. Tak hanya itu, kecacatan ini juga bisa disebabkan karena adanya infeksi.

Wakil Ketua Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPKT) dr. Hably Warganegara, Sp.THT-KL mengatakan gangguan pendengaran akan mengakibatkan gangguan komunikasi, psikologi dan sosial. Hal yang paling sulit ketika penyakit tuli ini menimpa anak yang masih belum dapat berbicara, tentunya akan berpotensi menimbulkan masalah lain seperti gangguan Telinga, Hidung, Tenggorokan (THT) dan psikologi.

“Tuli kongenital paling bahaya, jika tidak ditolong kemungkinan terjadi gangguan perkembangan kognitif, psikologi, dan sosial,” kata dr. Hably, sebagaimana dihimpun Okezone dalam pertemuan di Gedung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kemenkes RI, Jumat 22 Maret 2019.

diskusi

Tentunya tuli kongenital ini akan membuat seorang anak mengalami gangguan perkembangan kognitif, psikologi dan sosial. Bahkan seorang anak bisa mengalami gangguan dalam proses berbicara, kemampuan berbahasa, komunikasi, kesulitan saat belajar yang bakal mempengaruhi kepandaiannya.

"Tentu saja seorang anak akan kesulitan untuk belajar, karena mereka tidak bisa mendengar dengan baik. Akibatnya mereka akan mengalami keterlambatan dalam belajar dibandingkan dengan anak seusianya. Keterlambatan inilah yang akan mempengaruhi kecerdasan seorang anak," lanjutnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement