
“Gagal tumbuh bisa dideteksi sejak awal asakan anak tersebut rutin periksa dan dikontrol. Jika dia stag maka kami sudah aware, biasanya dicek dulu apakah ada penyakit yang menghambat pertumbuhannya atau tidak,” lanjut dr. Nurul.
Selain itu, dr. Nurul juga menjelaskan bahwa seorang anak yang mengalami gagal pertumbuhan pada usia kurang dari lima tahun, masih bisa mengejar ketertinggalan hingga usia 18 tahun. Hal tersebut disebabkan adanya growth hormon yang terus berproduksi hingga usia tersebut.
“Masa pertumbuhan ada di angka 18 tahun. Jadi pertumbuhan masih bisa dikejar karena masih ada gworth hormon. Tapi ketika sudah mendekati 18 tahun ke atas maka hormon tersebut sudah tidak ada lagi. Yang ditakuti adalah perkembangan otak sang anak. Jika sudah tertinggal, maka sulit untuk mengejarnya kembali,” tutupnya.
(Santi Andriani)