Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Alasan Orang Indonesia Banyak yang Intoleransi Laktosa

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Selasa, 19 Maret 2019 |13:26 WIB
Alasan Orang Indonesia Banyak yang Intoleransi Laktosa
Ilustrasi (Foto: RD)
A
A
A

MERASA mual atau sampai muntah setelah minum susu? Jangan dianggap biasa. Apa yang Anda alami adalah suatu tanda dari kondisi intoleransi laktosa.

Kondisi ini ternyata banyak dialami orang Indonesia. Pada bayi, biasanya dapat diketahui dengan perubahan feses. Bayi yang intoleransi laktosa biasanya fesesnya encer (diare). Pun pada orang dewasa, biasanya mereka yang intoleransi laktosa mengalami kenaikan asam lambung dan diare.

Sebetulnya, apa sih intoleransi laktosa ini?

Dalam beberapa sumber, dijelaskan intoleransi laktosa itu ialah kondisi di mana laktase, sebuah enzim yang diperlukan untuk mencerna laktosa, tidak diproduksi dalam masa dewasa. Untuk menguji batas toleransi laktosa dapat dilakukan tes pernapasan hidrogen (hydrogen breath test) atau tes keasaman kotoran (stool acidity test) agar didapatkan diagnosis klinis.

 Baca Juga: Apa yang Terjadi Pada Tubuh saat Anda Mabuk Alkohol?

Gejala batas toleransi laktosa yang muncul akibat dari konsumsi laktosa yang terlalu banyak adalah produksi gas yang berlebihan (kentut terus) atau serangan diare. Orang yang memiliki kelainan batas toleransi laktosa dapat meminum sekitar 250 ml susu setiap hari tanpa gejala yang parah.

 

Kebanyakan orang dewasa di dunia adalah penderita batas toleransi laktosa. Sebuah perubahan genetis membuat banyak orang Eropa tetap memproduksi laktase dalam usia dewasa, namun mereka adalah minoritas.

Orang yang menderita batas toleransi laktosa dapat mengonsumsi produk-produk bebas-laktosa, misalnya susu kedelai, susu almond dan susu beras. Batas toleransi laktosa tidak sama dengan alergi susu, yang merupakan reaksi tubuh terhadap protein susu.

Terkait dengan intoleransi laktosa dan alergi laktosa, Ahli Gizi dr Juwalita Surapsari, MGizi, SpG(K), menjelaskan, dua kondisi ini berbeda.

 Baca Juga: 6 Pedagang Makanan Punya Badan Seksi, Nomor 6 Bikin Melek

"Kalau intoleransi laktosa, tubuh manusia tidak memiliki laktase atau enzim pencerna laktosa sehingga berdampak pada sistem pencernaannya. Sedangkan, untuk alergi laktosa, ini berarti tubuh alergi terhadap laktosa. Tandanya bisa dilihat dari kondisi kulit atau reaksi alergi lainnya," paparnya.

 

Nah, kembali ke pembahasan di awal, kenapa banyak orang Indonesia yang intoleransi laktosa?

Dokter Spesialis Bedah Syaraf dr Roslan Yusni Hasan, SpBS atau yang biasa disapa dokter Ryu Hasan coba menjelaskan alasan kenapa orang Indonesia banyak yang intoleransi laktosa dari sejarah awal adanya susu dan evolusi gen manusia.

Dalam cuitannya di Twitter, dokter Ryu Hasan menjelaskan kalau orang dewasa tidak butuh susu. Mereka tidak akan lebih sehat dengan minum susu. Dia juga menjelaskan kalau minum susu diperlukan oleh mamalia bayi, tapi mamalia dewasa tidak perlu.

"Lha, manusia kan mamalia juga, jadi, ya enggak perlu minum susu," terangnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement