Kesalahan kedua adalah banyak yang belum memahami mengenai jenis daging steak. Hal ini dapat membuat orang salah memilih jenis daging sesuai dengan keinginannya.
“Ambil contoh daging sirloin dan daging tenderloin. Saya sering mendengar permintaan untuk membuang lemak di daging sirloin padahal itu yang membuat enak. Kalau ingin daging yang lemaknya sedikit, pilihnya yang tenderloin,” jelas pria yang akrab disapa Kevin.
Kemudian mengenai tingkat kematangan daging. Hingga saat ini, masih banyak orang yang berpikiran makan daging steak harus yang matang dengan sempurna alias well done. Padahal ada beberapa tingkat kematangan daging yaitu rare, medium rare, medium, medium well, dan terakhir well done. Menurut Kevin, memakan daging steak paling nikmat dengan tingkat kematangan medium rare atau medium.
“Tapi ada orang yang bilang medium rare masih mentah karena warna dagingnya masih merah, padahal bukan. Warna merah pada daging merupakan zat besi yang terkena oksigen, bukan darah. Kalau daging dimasak mentah, maka akan basi. Darah itu sudah habis ketika dipotong, sama seperti ikan dan ayam, daging yang dijual juga pasti sudah dibersihkan dulu,” terangnya.