Bagi sebagian orang, rasanya sangat sulit bisa menerima kalau ternyata apa yang dimimpikan seseorang bisa terjadi di kehidupan nyata. Hal semacam ini masih banyak dianggap halusinasi dan tidak percaya adalah respon pertama yang bakal diberikan.
Tapi, percaya atau tidak, deja vu benar terjadi dan ada di dunia ini. Deja Vu sendiri adalah pengalaman intuitif umum yang telah terjadi pada siapa pun. Ungkapan ini berasal dari bahasa Perancis, yang berarti "sudah terlihat." Ketika itu terjadi, hal itu tampaknya memicu ingatan Anda tentang tempat yang telah dikunjungi, seseorang yang pernah dilihat, atau tindakan yang pernah dilakukan.
Deja Vu adalah sinyal untuk memberi perhatian khusus pada apa yang sedang terjadi, mungkin untuk menerima pelajaran khusus di bidang tertentu atau menyelesaikan apa yang belum selesai.

Dikutip Okezone dari Psychology Today, seorang Emotional Freedom Judith Orloff M.D., menjelaskan banyak teori untuk menjelaskan deja vu ini. Beberapa mengatakan, kondisi itu ialah ingatan akan mimpi, prekognisi, peristiwa yang tumpang tindih secara kebetulan, atau bahkan pengalaman kehidupan masa lalu di mana Anda menghidupkan kembali ingatan lama tersebut. Nah, hal semacam ini tak jarang dianggap sesuatu yang mistis.
Lebih lanjut, selama perjalanan ke Afrika, Carl Jung menggambarkan perasaan deja vu ketika dia melihat seorang pria langsing dan hitam bersandar pada tombak menatap kereta saat dia berbelok di tebing curam dalam perjalanan ke Nairobi.
