Namun, para ahli mengatakan bahwa orang-orang China tidak akan mudah berhenti makan daging babi dalam waktu dekat, karena memakan daging masih dikaitkan dengan kekayaan dan status.
"Ini cukup susah karena secara budaya, ada banyak nilai yang melekat pada kemampuan orang China untuk makan daging," kata Beau Damen, seorang ahli perubahan iklim di FAO di Bangkok.
"Tapi satu hal yang harus diingat oleh konsumen adalah bahwa pilihan tentang apa yang kita makan akan memiliki dampak langsung terhadap lingkungan," ujarnya lagi.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.