Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ketika Tunarungu Diberdayakan Jadi Barista, Mampukah Mereka?

Dewi Kania , Jurnalis-Kamis, 31 Januari 2019 |22:08 WIB
Ketika Tunarungu Diberdayakan Jadi Barista, Mampukah Mereka?
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

Tapi, jika tidak didukung dengan kreativitas, maka barista tersebut tidak akan menghasilkan rasa yang nikmat. Hal itu dapat membuat pelanggan kapok dan ogah datang lagi ke kedai kopi. "Salah satu perbedaan yang terlihat jelas di masing-masing kedai kopi adalah pelayanan dan kecepatan barista dalam meracik kopi," ucap Beverage Manager KOPPI tersebut.

Oleh karena itu, dia pun ingin memberdayakan kaum disabilitas supaya menjadi barista berkompeten. Dia pun akhirnya mengajak Komunitas Handai Tuli, yang anggotanya berminat bakal dilatih jadi barista handal.

Pendiri Handai Tuli Rully Anjar Afianto pun mengapresiasi program tersebut. Menurutnya, semua orang disabilitas khususnya mereka yang tuli memiliki kemampuan besar dalam meracik kopi di sebuah kedai.

"Kami sangat senang bisa terlibat dalam pendampingan program pemberdayaan ini. Karena dengan merekrut tuli sebagai pekerja, hal ini bisa membuktikan bahwa yang dibutuhkan adalah kesempatan kerja yang setara,” ujar Rully.

Baca Juga: Beranjak ABG, Intip 4 Gaya Andalan Anak Gadis Ariel "Noah"

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement