GENERASI milenial lebih terpengaruh dengan keberadaan gadget karena melihat orangtuanya sibuk mengusap layar ponsel. Anak kian mahir mencari alasan supaya bisa berinteraksi dengan gamer lain di luar sana. Hal ini juga tak luput menghampiri penulis buku motivasi termuda di Indonesia, yakni Andrew Ryan Samuel.
Siapa sangka bila laki-laki kelahiran 2002 ini sudah cakap dalam mengutarakan masalah yang pernah dihadapinya ketika menginjak usia 14 tahun. Ya, Andrew merupakan penggila game online kala itu. Pernah bergabung dalam komunitas game, anggota lain juga mengakui keahliannya dalam menyusun taktik permainan mengalahkan lawan.
Akan tetapi, hal itu mengganggu kehidupannya. Hampir 12 jam bermain game dalam sehari, Andrew mengaku makin jarang berinteraksi sosial di dunia nyata. Berat badannya juga menurun dari angka 93 menuju 85 kilogram. Belum lagi nilainya di sekolah yang menurun karena nge-game hingga larut malam, padahal ia akan mengikuti ujian kala itu.
Lantas, kenapa penulis buku "The Trigger to Everything" ini bisa lepas dari pengaruh game? "Pemicunya pengen pindah dari zona nyaman karena dulu punya teman yang suka ngerokok dan bisa berhenti. Dia aja bisa, kok saya yang sudah kecanduan game ini enggak?" tukasnya dalam seminar "Bagaimana Mengatasi Efek Negatif Kecanduan Game" di Jakarta belum lama ini.
Baca Juga: