Alih-alih ingin memberikan gizi yang tebaik untuk sang buah hati, para orangtua berusaha memberikan aneka makanan yang mereka yakini bagus untuk perkembangan si kecil. Hal inilah yang membuat salah kaprah dan berakhir pada kasus malnutrisi.
“Salah kaprah sering terjadi pada orangtua. Contohnya sayur mayur diberikan kepada bayi. Padahal makanan itu kan mengandung serat, dan waktu yang tepat untuk memberinya ketika di atas dua tahun. Harusnya anak diberi karbohidrat, lemak dan protein yang membentuk otak. Jadi makanan itu yang harus diberikan selama 2 tahun pertama,” tutur dr Damayanti, saat ditemui Okezone dalam acara Milk Versation Frisian Flag, Rabu (23/1/2019).

Menurut dr Damayanti, air susu ibu (ASI) adalah makanan yang tepat untuk sang buah hati. Meski demikian, kualitas ASI lama kelamaan akan menurun. Alhasil, anak harus mengonsumsi asupan pendukung ASI untuk memenuhi kebutuhan kabohidrat lemak dan protein.
Baca Juga: Awas, Ini Dampak jika Anak Stunting di Atas Usia 2 Tahun!