Selain itu, imbuh Ahmad, dengan mewabahnya penyakit menular seksual, termasuk HIV/AIDS, maka anak anak dinilai oleh konsumen seks lebih bebas dari penyakit itu. PSK anak-anak dianggap jam terbangnya lebih sedikit, dibandingkan pekerja seks dewasa.
Ada juga faktor pemicu kelainan orientasi seksual di kalangan pelaku kejahatan seksual anak. Makanya, mereka hanya tertarik pada anak untuk memenuhi kebutuhan seksualnya.
"Paling miris lagi, lemahnya penegakan hukum pada anak kerap dimanfaatkan lelaki hidung belang. Kalau memakai jasa seks pada anak dinilai bukan suatu kejahatan," pungkas Ahmad.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.