Dibantu dengan pengrajin tenun dari Garut, Lia mengaku bahwa butuh waktu sebulan untuk menyiapkan segala kebutuhannya nanti menjelang pagelaran busana di Hongkong. Waktu pun menjadi lawan karena motif pada koleksinya baru bisa timbul dan terlihat menawan pada ketebalan minimal 10 sentimeter.
Baca Juga: 3 Desainer Modest Indonesia Siap Unjuk Gigi di Hongkong Fashion Week Fall/Winter 2019
“Proses tenunnya juga lama, bahkan kemaren saya lihat pakai diiketin tali rafia buat mewarnainya. Saya lebih spektakuler melihatnya, selama berapa hari tali ini diikatkan supaya menghasilkan warna,” kenangnya.
Karena nanti koleksinya akan ditawarkan pada buyer yang hadir di Hongk= Kong, ada kendala lain yang Lia temui. Modal dari rancangannya ini lumayan menguras kantong, selain handmade, bahannya dari sutera pun terbilang mahal. Belum lagi taburan Swarovski yang harganya menjulang.