
Seorang budayawan bernama Jessy Wenas juga sempat menuliskan sebuah artikel tentang asal-usul minuman beralkohol itu. Pada awalnya, Cap Tikus dibuat sendiri oleh petani Seho dari daratan Minahasa dan Sangir. Bahan-bahan yang digunakan pun diambil dari bahan alami tanpa campuran bahan kimia.
Dalam legenda Minahasa, Cap Tikus diyakini merupakan minuman ciptaan para dewa. Adalah Dewa Makawiley sebagai dewa saguer pertama. Kemudian disebutkan pula Kiri Waerong dewa saguer yang dikaitkan dengan pembuatan gula merah dari saguer yang dimasak.
Dewa saguer yang ketiga adalah dewa Parengkuan yang dihubungkan dengan air saguer yang menghasilkan Cap Tikus. Parengkuan sendiri mempunyai kata asal “rengku” yang berarti minum sekali teguk di wadah yang kecil.
Dari arti kata tersebut maka orang Minahasa menyakini bahwa Parengkuan adalah orang Minahasa pertama yang membuat minuman Cap Tikus. Uniknya, minuman keras tradisional Minahasa ini pada mulanya bernama sopi. Namun, sebutan Sopi berubah menjadi Cap Tikus ketika orang Minahasa mengikuti pendidikan militer untuk menghadapi perang Jawa.