Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ahli Gizi: Masyarakat Indonesia Salah Mengartikan Diet

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Rabu, 12 Desember 2018 |20:30 WIB
Ahli Gizi: Masyarakat Indonesia Salah Mengartikan Diet
Ilustrasi (Foto: Healthcare)
A
A
A

MEMILIKI tubuh yang langsing dan ideal, tentu menjadi impian bagi banyak orang. Namun, untuk mewujudkan hal tersebut ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Dibutuhkan komitmen yang kuat untuk mengatur pola makan dan mengubah gaya hidup, yang selama ini kita kenal dengan istilah diet. Sayangnya, diet seringkali disalahartikan sehingga memicu timbulnya paradigma yang salah di tengah masyarakat. Oleh karena itu, Ahli Nutrisi Indonesia, Jansen Ongko, M.Sc, R.D, mengimbau agar masyarakat tidak tergiur dengan beberapa jenis diet yang tengah booming di media sosial.

"Diet itu konotasinya sekarang sudah negatif. Sedikit makan untuk menurunkan berat badan. Padahal, diet yang baik itu mengonsumsi makanan yang pas dengan porsinya, tidak berlebihan juga tidak dikurang-kurangkan," tutur Jansen Ongko, di Cikupa, Banten, Jawa Barat, Rabu (12/12/2018).

 

 (Baca Juga:Wanita Ini Pesan Kostum Natal Seksi di Online, yang Datang Malah Bikin Kesal)

Lebih lanjut, Jansen menjelaskan, diet juga harus diimbangi dengan olahraga yang rutin. Untuk menurunkan berat badan, yang harus diturunkan itu kadar lemaknya. Proses pembakaran lemak sendiri tidak akan berjalan maksimal jika seseorang hanya mengurangi atau menghindari makanan tertentu.

"Kalau mau menurunkan berat badan untuk orang yang obesitas bukan ngurangin makanannya dulu. Tetapi bakar dulu lemaknya. Saya selalu bilang ke klien saya, 'Kamu bebas makan apa saja tapi harus olahraga'. Artinya, 'you just need to eat right," ungkap Jansen.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement