Berdasarkan hal itu, para ahli menciptakan kamar hotel dengan pencahayaan yang diredam, dinding berwarna merah muda yang lembut, serta kasur berteknologi tinggi. Rancangan inovatif ini direkayasa agar tamu yang datang menginap dapat tidur optimal meskipun jauh dari rumah. Bagi Anda yang penasaran, kamar tidur ini berada di hotel The Zed Rooms, Shoreditch , London.
"Menurut para ilmuwan, otak akan lebih waspada ketika berada di lingkungan yang tidak dikenalnya. Dengan begitu, orang akan merasakan tidur yang kurang nyaman di satu tempat baru yang bukan kamarnya. Hal ini dikarenakan efek malam pertama dimana otak bertindak sebagai penjaga malam," ujar psikolog residen tidur, Hope Bastine seperti yang dikutip Okezone dari Independent, Rabu (12/12/2018).
Baca juga: Semarak Harbolnas, 5 Selebriti Ini Gemar Belanja Online Lho!
Psikolog dari perusahaan yang merancang kamar tidur, Simba, itu mengatakan, kamar tidur dimaksudkan untuk memasuki emosi dan fisik para tamu. Dengan begitu mereka dapat mendapatkan tidur yang menenangkan dari efek dan arsitektur kamar tidur. Perusahaan itu juga berkolaborasi dengan Detox Kitchen untuk menyediakan makanan dengan resep tidur yang kaya akan seratoni, melatonin, dan triptofan. Selain itu, setiap kamar juga dilengkapi dengan matras yoga dan sesi meditasi melalui aplikasi iPad .
"Kamar di hotel ini bukanlah untuk liburan tradisional. Kamar ini diarahkan sepenuhnya untuk mengasah kualitas tidur tamu yang jauh dari rumah," tandas Steve Reid selaku pendiri Simba.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.