Di antaranya Lomba Kothek'an Lesung, Lomba Parikan, Lomba Membatik, dan Lomba Menulis Aksara Jawa. Tidak hanya diikuti masyarakat Sedulur Sikep (Samin), lomba-lomba tersebut juga diikuti ratusan warga belajar keaksaraan dari seluruh PKBM atau Lembaga Pendidikan Keaksaraan se-Kabupaten Blora.
”Kegiatan ini sekaligus menjadi spirit kami untuk terus mengembangkan pendidikan masyarakat, tidak hanya pemberantasan buta huruf saja namun juga pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pengenalan budaya tradisional,” terang Mbah Pram, sapaan akrabnya.
(Baca Juga:Pelaminan Pengantin Melayang Viral, Netizen: Jabat Tangannya Kayak Gimana?)
”Hasilnya ya yang dipertunjukkan pada acara ini, seperti keterampilan membatik, menulis aksara Jawa, musik lesung hingga parikan Jawa. Jika dikemas dengan bagus akan bisa menarik wisatawan untuk berkunjung,” tambahnya.
Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Blora, Nuril Huda, sebagai panitia penyelenggara menyebutkan setidaknya ada 500 peserta lomba yang ikut memeriahkan acara Gebyar Keberaksaraan dan Festival Adat Samin Kabupaten Blora tahun 2018 ini.