BANYAK wanita memiliki kekhawatiran tentang ovulasi, karena ovulasi merupakan peristiwa yang tersembunyi. Ovulasi merupakan proses yang terjadi di dalam siklus menstruasi wanita, yaitu pelepasan telur yang telah matang dari dalam rahim kemudian berjalan menuju tuba falopi untuk dibuahi.
Bagi Anda yang sedang merencanakan kehamilan, penting untuk mengetahui kapan masa ovulasi atau masa subur ini. Nah, seberapa banyak yang Anda ketahui tentang ovulasi? Dilansir Metro, seorang ahli kesuburan, Zita West, memaparkan beberapa fakta mengenai ovulasi.
1. Ovulasi bisa terjadi 2 kali dalam sebulan

Terjadi ovulasi 2 kali dalam sebulan merupakan kejadian yang sangat jarang terjadi. Meskipun ini cukup langka, inilah yang terjadi pada kasus kembar yang tidak identik. Jika ovulasi terjadi dua kali, itu selalu dalam 24 jam sehingga waktu subur Anda akan tetap lebih dari beberapa hari yang sama dari siklus Anda.
2. Sperma bisa bertahan hidup sampai satu minggu

Sperma dapat hidup selama 2-5 hari di dalam tubuh wanita. Namun, selama kondisi optimal yang menyertai waktu ovulasi dapat bertahan hingga satu minggu.
3. Jangka waktu subur setiap bulan

Sebagian besar kehamilan terjadi karena hubungan dalam periode enam hari sebelum ovulasi terjadi. Masa subur ini umumnya akan terjadi lebih awal pada siklus yang lebih pendek dan kemudian dalam siklus yang lebih panjang.
4. Tes progesteron sebagai penunjuk terjadi ovulasi

Tes progesteron dapat menunjukkan ovulasi telah terjadi tetapi perlu diambil pada hari ke 21 dari siklus 28 hari. Pada saat ini, peningkatan kadar progesteron akan menunjukkan bahwa ovulasi telah terjadi, sementara tidak adanya peningkatan kadar akan menunjukkan jika tidak ada ovulasi yang terjadi. Selain itu, untuk memastikan terjadinya ovulasi juga bisa dilakukan dengan cara scan ultrasound menunjukkan folikel yang kolaps.
5. Penggunaan alat prediksi ovulasi

Beberapa wanita mengaku sangat terbantu dengan alat ini. Hanya saja perlu diketahui bahwa alat ini harus digunakan bersama pemahaman tentang bagaimana sekresi serviks Anda berubah selama masa subur. Tes kit prediktor ovulasi untuk lonjakan hormon luteinising. Ovulasi biasanya mengikuti dalam 36 jam dari lonjakan LH, tetapi tes LH positif tidak selalu menunjukkan bahwa ovulasi akan mengikuti.
6. Ciri-ciri sekresi serviks yang subur
Selama masa subur estrogen mengubah sekresi serviks untuk memungkinkan sperma hidup lebih lama di tubuh wanita dan memasuki rahim lebih mudah. Biasanya, sekresi yang subur lebih basah, licin, dan lebih lentur.

Untuk memaksimalkan kemungkinan konsepsi, seks harus dilakukan pada hari-hari dengan kualitas lendir yang optimal, terlepas dari waktu yang tepat relatif terhadap ovulasi.
(Baca Juga: Si Cantik Nora Segura, Kekasih Tim Howard yang Hobi Tak Berbusana)