Namun demikian ketika berada di antara mereka sendiri, keheningan berfungsi sebagai perpanjangan dari percakapan yang nyaman.

Hak atas foto Fishman/ullstein bild via Getty Images
Image caption Tetapi keinginan mereka untuk menghindar merupakan kecenderungan yang amat umum sehingga sudah mendarah daging dalam budaya Finlandia.
Ini adalah gagasan yang didukung oleh Dr Anna Vatanen, seorang peneliti di Universitas Oulu, yang penelitian berikutnya 'Lapses in interaction and the stereotype of the Silent Finn' menunjukkan bahwa setidaknya di antara mereka sendiri, bangsa Finlandia berkomunikasi melalui keheningan yang nyaman - terutama di antara orang-orang yang saling mengenal.
Ketika orang luar datang menilai bangsa Finlandia yang secara umum jujur, dia memperingatkan bahwa beberapa nuansa tidak dapat diterjemahkan secara tepat.
"Hal ini bukan tentang masalah struktur atau fitur bahasa, tetapi lebih dari cara orang menggunakan bahasa untuk melakukan sesuatu," jelasnya melalui email.
"Misalnya, pertanyaan 'Apa kabar?' yang paling sering ditempatkan di awal sebuah pertemuan. Di dalam negara-negara berbahasa Inggris, sebagian besar digunakan hanya sebagai sapaan dan tidak ada jawaban serius yang diharapkan darinya.
"Sebaliknya, mitra bangsa Finlandia (Mitä kuuluu?) dapat mengharapkan jawaban yang 'nyata' setelahnya: cukup sering orang yang menjawab pertanyaan mulai menceritakan bagaimana kehidupan mereka sebenarnya saat ini, apa yang baru, apa yang telah mereka lakukan."
Tetapi ketika bangsa Finlandia memilih untuk tidak terlibat dalam percakapan biasa, kata Karoliina Korhonen, penulis Finnish Nightmares, sebuah buku dan serial komik daring di mana masyarakat Finlandia kebanyakan menghadapi teror kehidupan yang paling ringan.
Mengapa mengambil risiko membuat orang lain merasa tidak nyaman?
"Saya cenderung berpendapat orang-orang Finlandia menghargai ruang personal," jelasnya.
"Jika Anda tidak mengenal orang lain, Anda tidak ingin mengganggu mereka. Mereka mungkin sedang menikmati waktu mereka sendiri atau mereka tidak ingin seorang asing datang dan mengganggu mereka.
"Jika Anda melihat mereka terbuka dan Anda berdua terbuka, Anda dapat memiliki sesuatu. Tetapi seringnya orang-orang bersikap sopan dan menjaga jarak," kata Korhonen.
Tetapi keinginan mereka untuk menghindar merupakan kecenderungan yang amat umum sehingga sudah mendarah daging dalam budaya Finlandia.
Pembalap Formula Satu, Kimi Räikkönen, telah membangun citra ikoniknya seputar sikap pendiamnya. Para pelawak menggunakan sikap orang Finlandia yang tidak berbasa basi sebagai bagian dari rutinitas mereka.
Bahkan sampai ke tingkat internasional: berkat lonjakan yang tidak terduga pada karya Korhonen di Cina, para remaja di sana yang tidak menikmati interaksi sosial menggambarkan diri mereka sebagai "bangsa Finlandia spiritual'

Hak atas foto OLIVIER MORIN/AFP
Namun dalam beberapa kasus, masyarakat Finlandia tampaknya lebih condong ke arah kehidupan yang lebih sedikit terbuka.
Meski demikian, hal itu terjadi secara perlahan. Bagi Jussi Salonen, seorang COO dari perusahaan cokelat Finlandia, Goodio, menetap di Los Angeles selama dua tahun membuatnya berharap dapat mengimpor semangat keterbukaan bangsa Amerika Serikat ke negaranya.
"Ketika saya kembali ke Finlandia, saya hampir tersinggung ketika saya membeli secangkir kopi dari sebuah kedai kopi dan mereka tidak mengatakan apapun," kenangnya.
"Sekalipun hanya "apa yang Anda inginkan?'. Bagaimana Anda dapat mengatakannya? Apakah Anda tidak akan menanyakan apa-apa lagi sebelumnya?
"Oh ya. Ini negara saya sendiri. Ini adalah apa yang memang berlaku di sini. Sungguh lucu menyadari bagaimana keadaan menjadi sedikit membingungkan ketika saya tinggal di sini…. Saya kira sedikit percakapan atau basa basi tidak akan menyakitkan."
Adalah merupakan gagasan yang sangat menjanjikan bahwa bangsa Finlandia dapat bertemu dengan sebagian warga dunia dan saling menghormati privasi masing-masing.
Tetapi untuk sekarang, Finlandia tetap menjadi salah satu sosial dikotomi yang paling menarik.
Tentu saja, Anda mungkin tidak berbicara dengan orang-orang di jalanan. Tetapi jika Anda beruntung, kadang-kadang orang asing akan langsung menjadi teman dan memberi tahu segalanya kepada Anda.
(Santi Andriani)