SALAK tak hanya bisa dibuat kudapan segar seperti rujak dan manisan, tapi juga menjadi bahan baku masakan tradisional.
Di Sleman, Yogyakarta, buah berkulit cokelat itu banyak diolah sebagai bahan pelengkap gudeg. Seperti apa? Salak pondoh merupakan buah khas Sleman yang banyak tumbuh di lereng Gunung Merapi dan amat digemari.
Tak ayal, pemasarannya tak hanya menjangkau daerah-daerah di Indonesia, tapi merambah pula ke China, Jepang, beberapa negara di Eropa, dan terakhir Australia. Meski begitu, bukan berarti kondisi ini tak memiliki masalah terutama saat panen raya.
Sebab dengan melimpahnya buah salak menyebabkan harga salak di pasaran turun drastis. Jika lazimnya untuk 1 kg salak rata-rata dihargai Rp3.000-4.000, namun saat panen hanya laku Rp1.000 per kg.
Untuk itu, berbagai inovasi dilakukan guna mengatasi persoalan tersebut di antaranya dengan mengolah salak menjadi berbagai menu, baik berupa makanan maupun minuman. Hal ini dilakukan warga Dusun Kadisobo II, Trimulyo, Sleman, yang memanfaatkan salak sebagai bahan baku gudeg.