Benarkah ada obat pencegah HIV?
Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC) mengungkapkan bahwa metode PrEP (Pe-exposure prophylaxis), yang berbentuk pil, adalah cara yang efektif untuk mencegah orang berisiko tetapi berstatus HIV negatif, dari infeksi HIV.
Pil bermerk Truvada ini sebenarnya adalah salah satu obat yang digunakan untuk mengobati orang yang sudah positif HIV.
Namun, jika dikonsumsi setiap hari oleh orang yang berisiko (pengguna jarum suntik, orang yang punya banyak pasangan seksual, pekerja seks komersial) dan berstatus HIV negatif, maka saat dia terekspos HIV, obat ini akan membuat HIV berhenti berlipatganda dan tidak bisa menginfeksi tubuh.
Baca juga: Awas Jangan Dicoba, Ini 5 Posisi Seks Paling Berbahaya
CDC menyebut, jika dikonsumsi setiap hari, PrEP efektif mencegah HIV hingga 92%.
Meskipun begitu, PrEP tidak mencegah penularan penyakit menular seksual lainnya.
Di Amerika Serikat, harga awal obat ini mencapai US$1300 (Rp19 juta) per botolnya (untuk 30 hari).
Namun, mayoritas asuransi di Amerika membantu biaya pembelian PrEP.
Bahkan bagi mereka yang memiliki asuransi Medicaid atau Medicare, hanya perlu mengeluarkan sekitar USD8 (Rp120.000) per botolnya.
Baca juga: Awas Jangan Dicoba, Ini 5 Posisi Seks Paling Berbahaya
Sementara untuk asuransi lainnya, pengguna ‘hanya’ merogoh kocek rata-rata USD40 (Rp600.000) per botol.
Lalu bagaimana dengan di Indonesia?
Meskipun sudah masuk dalam rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebagai pencegah HIV, metode PrEP belum diterapkan di Indonesia.
Banyak dari mereka yang ingin mengikuti metode ini memilih untuk mendapatkan PrEP dari Thailand, meskipun dalam bentuk obat generik, sehingga harganya lebih murah, yaitu sekitar Rp250.000 per botol.
Baca juga: Kecebur Kolam Buaya, 3 Pawang Langsung Lari Kocar-kacir
Kementerian Kesehatan Indonesia mengungkapkan masalah utama penyediaan PrEP di Indonesia adalah soal dana.
Pemerintah Indonesia setiap tahunnya dibantu dana dari Global Fund sebesar Rp800 miliar, untuk menyediakan obat antiretroviral bagi mereka yang HIV positif. “Sehingga orang yang positif HIV dapat obat gratis”.
Tapi kalau PrEP juga diterapkan di Indonesia, “duitnya rasanya berat,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Wiendra Waworuntu.
(Fakhri Rezy)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.