PERNAH mencoba berjalan lurus dengan mata tertutup? Sebagian khalayak mungkin pernah melakukan hal itu namun berujung dengan hasil yang benar-benar melenceng dari tujuan.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tubuh manusia tidak memiliki keseimbangan yang sempurna antara sisi kiri dan kanan.
Mulai dari posisi jantung yang tidak didesain berada tepat bagian tengah dada, hati, dan organ tubuh lainnya, sampai kerangka manusia, dan tulang punggung yang tidak lurus.
Baca juga: Ingin Glamour seperti di Film Crazy Rich Asians? Yuk Intip Perhiasan Mewah Ini!
Perbedaan antara otot di bagian kanan dan kiri juga mempengaruhi cara manusia berjalan. Ketika mata tertutup otot tubuh manusia cenderung memaksa untuk berbelok ke satu arah tertentu. Itu lah alasan kenapa manusia tidak bisa berjalan lurus jika matanya tertutup.
Lalu bagaimana cara atlet renang paralimpik dengan gangguan penglihatan bisa berenang lurus di lintasan? Pelatih pelatnas renang Asian Para Games 2018 Handoko Purnomo mengungkapkan, teknik dan trik yang diterapkan oleh atlet para-renang dengan penglihatan rendah maupun buta total ketika berenang.

"Yang penting individu percaya diri dan mempunyai komitment diri sendiri," ungkap Handoko ketika ditemui di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin.
Rata-rata atlet para renang menggunakan perasaan untuk memahami lintasan.
Baca juga: Tak Hanya Pintar, Burung Beo Ini Ungkap Perselingkuhan Suami Majikannya Dengan Pembantu Rumah Tangga
Setiap lintasan di kolam renang dipisahkan oleh tali lintasan. Tali lintasan itu lah yang digunakan oleh para atlet para-renang sebagai panduan mereka untuk tetap berenang lurus di lintasan.