Mereka pun harus tahu kapan harus berbalik, kalau tidak mereka akan menabrak tembok kolam.
Baca juga: Pamer Perut Buncit Dibalut Gaun Nude, Raisa Bikin Netizen Jatuh Hati
Untuk hal itu, para pelatih menugaskan dua pendamping yang disebut "tapper" untuk setiap atlet di lintasan.
Tugas para tapper itu adalah memberi sinyal bagi para atlet ketika mereka akan sampai di ujung lintasan.
Petugas tapper tidak diperbolehkan memberikan instruksi verbal kepada para atlet, sebagai gantinya mereka "dipersenjatai" dengan suatu alat semacam galah atau tongkat yang dilengkapi dengan bahan lunak sebagai bantalan di ujungnya. Sejumlah atlet para-renang dengan keterbatasan penglihatan berlomba di Asian Para Games 2018 yang digelar di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta.
Handoko mengatakan, Alat tapper itu buatan sendiri, tidak ada standarnya. Karena tidak ada standar tertentu, galah bisa terbuat dari pipa alumunium, bambu maupun plastik dengan panjang minimal dua meter.
Ujung tapper pun bisa dipasangi bantalan yang terbuat dari spons, bola tenis hingga karet dari klakson angin.
"Standarnya alat tersebut tidak boleh mencederai atlet," kata Handoko.
Baca juga: 6 Gaya Tampilan Petinju Muslim Khabib Nurmagomedov yang Bikin Perempuan Luluh Dibuatnya
Para tapper bertugas untuk menepuk atlet para-renang dengan disabilitas penglihatan di bagian tubuh tertentu seperti kepala atau punggung untuk memberi sinyal bahwa mereka akan sampai di ujung lintasan.
Strateginya pun tergantung para atlet dan nomor perlombaan yang mereka ikuti.