Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ringau, Ikan Pembawa Berkah Warga Kubu Raya yang Sedang Hits

Ade Putra , Jurnalis-Selasa, 09 Oktober 2018 |14:45 WIB
Ringau, Ikan Pembawa Berkah Warga Kubu Raya yang Sedang Hits
Ikan ringau (Foto: anas_sarully/Instagram)
A
A
A

Saat ini, setiap kali kondisi air sungai surut, warga pasti ramai menangguk ikan. Bahkan, saking ramainya, kondisi air jadi keruh. Hal itu juga menjadi kendala untuk mendapat ikan dalam jumlah yang banyak.

"Kalau yang nangguk ramai, agak susah dapatnya. Bahkan, ada warga yang cerita, di salah satu daerah tidak boleh ada warga luar atau bukan warga setempat yang menangguk di sana," timpal Rizky, warga lainnya yang juga ikut menangguk.

Ahmadi Ramsyah, salah seorang pengepul menerangkan, ia membeli ikan Ringau seharga Rp20 ribu dari setiap warga yang menangguk. Pria 26 tahun ini kemudian menjual ikan yang dikumpulkan itu ke agen. Ia mendapat untung untuk seekor ikan berkisar Rp3 ribu sampai Rp5 ribu.

 (Baca Juga:Peristiwa Langka! Jakarta Bakal Alami Hari Tanpa Bayangan)

Di samping keuntungan itu, Ahmad juga harus siap menerima risiko bila ikan yang dibelinya kemudian mati. "Saya beli dalam keadaan hidup. Kalau mati pas di tangan saya, ya saya yang rugi. Makanya harus siapkan oksigen," terangnya.

 

Ia mengaku, niat menjadi pengepul ketika melihat potensi yang menggiurkan. "Karena kalau sudah ramai yang menangguk, ikannya susah dapat. Makanya, baiknya saya jadi pengepul saja. Untungnya juga lumayan. Walaupun ada risiko," jelas Ahmad.

Selama ini, dia sudah berhasil membeli dan menjual kembali ratusan ekor ikan dari warga. Ia pun merasakan keuntungannya.

Selain di Kabupaten Kubu Raya, sejak dua tahun lalu ikan ini juga sudah diburu masyarakat dan nelayan di Kabupaten Kapuas Hulu, ujung Kalimantan Barat. Salah satunya di Kecamatan Selimbau.

Di sana, kala itu harga untuk satu ekor ikan Ringau dihargai sekitar Rp700 ribu sampai Rp1 juta. Harga itu tergantung ukuran, garis dan warna. Pada dasarnya, ikan ini bewarna hitam, bergaris kuning.

Bahkan jika ikan Ringau dengan warna dan garis yang lebih menarik, bisa dihargai lebih dari Rp1 juta per ekor. Informasinya, ikan ini digunakan sebagai ikan hias dan diikutkan kontes. Baik dalam maupun di luar negeri.

"Kemungkinan warnanya yang menarik, dan makin sulit ditemukan, makanya punya nilai jual tinggi," kata Andi Fachrizal, Pemerhati Lingkungan Kalbar.

Ia menerangkan, ikan jenis hias dan konsumsi ini habitatnya ada di kawasan Danau Sentarum dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas Hulu. Tapi, sekarang susah ditemui.

Hal itu, menurutnya ada kemungkinan terjadi eksploitasi besar-besaran. Lantaran ikan ini punya nilai ekonomi tinggi. "Sehingga risiko kepunahan sangat tinggi juga," ujarnya.

Pria yang akrab disapa Daeng ini berpandangan, setiap satwa yang nyaris punah, sudah seharusnya dilindungi.

"Saya belum lihat regulasi baru soal jenis satwa dilindungi. Tapi sejatinya, jika memang sudah terancam punah, ikan ini harus dilindungi. Artinya, yang berwenang adalah pemerintah pusat. Dalam hal ini KLHK," pungkasnya.

(Utami Evi Riyani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement