SEPEKAN lalu, hampir di setiap sungai di kawasan Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat mendadak ramai. Semua kalangan, anak-anak, dewasa, laki-laki bahkan perempuan, turun ke sungai.
Mereka bukan dalam rangka membersihkan sungai, tapi mengais rezeki dengan serokan ikan. Kadang, ada yang pakai tudung saji. Ya, warga-warga itu menangguk ikan. Ikan yang sedang jadi primadona ini bernama Tiger Fish. Ikan yang bertubuh belang-belang itu lebih dikenal sebagai Ringau.
"Di sini, sudah sepekan lalu heboh ikan ini harganya mahal. Tapi saya turun ikut menangguk sejak dua hari lalu," kata Junaidi, salah seorang warga Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya kepada Okezone, Senin, 8 Oktober 2018.
Pemuda 23 tahun ini menjelaskan, saat ini pasaran harga ikan tersebut sebesar Rp20 ribu. Dulunya, saat baru-baru heboh, pengepul berani membayar ikan ini seharga Rp11 ribu sampai Rp13 ribu.
(Baca Juga:Pangandaran Bakal Disulap Layaknya Pantai di Hawaii)

"Itu harga beli ikan dari pengepul. Belum tahu kalau harga pasaran di kota. Ikan ini, ukurannya tak lebih besar dari biji kacang," paparnya.
Selama dua hari ini, kata Junai, ia berhasil menangguk hampir 30 ekor ikan. "Saya lihat orang-orang ramai di sungai belakang rumah, jadi saya ingin turun juga. Saya pakai serokan ikan, buat sendiri pakai jaring," tuturnya.
Melihat potensi ini, Junai bahkan izin kerja demi turun berburu ikan Ringau bersama warga-warga lainnya. Tak hanya dia, ada pula yang absen kerja demi ikan mungil ini.
"Kebetulan bos izinkan. Karena di sini memang heboh, jadi semuanya pada menangguk ikan Ringau. Bos memaklumi," ujar karyawan mebel ini.
Ia juga tak mengetahui kegunaan dari ikan ini sampai-sampai ada yang berani membayar mahal untuk ukuran sekecil itu. Yang dia tahu, ikan ini kadang mudah ditemui di batang kayu berlumut dan rumput-rumput sungai.

(Baca Juga:Bersiap Menjelajahi Surga Bahari di Festival Pesona Raja Ampat 2018)
"Katanya akan diekspor. Enggak tahu juga untuk apa. Saya manfaatkan peluang saja. Anak-anak SD juga banyak yang nangguk ikan ini," ucapnya.
Dedek Hermansyah juga tak mau ketinggalan. Saat melihat orang-orang ramai di sungai dekat rumahnya, warga Desa Rasau Jaya Umum ini pun turun ikut menangguk. "Saya pas pulang kerja, saya lihat ramai orang. Saya langsung ganti celana dan ikut menangguk," kata pria 28 tahun ini.
Pria yang keseharian sebagai Manager Pemasaran Cabang salah satu dealer sepeda motor ini mengaku juga gemas melihat warga turun ke sungai. "Makanya saya jadi pengen nangguk. Dua hari ini saya dapat 28 ekor ikan. Lumayan kan," paparnya.