Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gengsi Jadi Penyebab Tingginya Angka Penderita Gangguan Jiwa di Indonesia

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Rabu, 03 Oktober 2018 |07:44 WIB
Gengsi Jadi Penyebab Tingginya Angka Penderita Gangguan Jiwa di Indonesia
Ilustrasi konsultasi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

 

Hasilnya cukup memprihatinkan. Terbukti 15 persen dalam rumah tangga terdapat orang yang menderita gangguan jiwa. Jika ada satu orang yang mengalami gangguan jiwa dalam keluarga maka ada sekira 5-10 orang yang mengalami masalah kejiwaan. Masalah gangguan jiwa ini bukan hanya masalah individu tapi masalah komunitas yang harus dipecahkan.

Namun, masih banyak masyarakat yang tabu dan enggan memeriksakan dirinya. Asumsi hanya orang gila yang datang berkonsultasi dengan psikiater merupakan sebuah kesalahan yang wajib dihilangkan. Oleh sebab itu Kemenkes berupaya untuk memfasilitasi pelayanan kesehatan jiwa dengan baik agar bisa menangani pasien dengan cara yang lebih ramah.

“Stigma gangguan jiwa diawali dari diri sendiri. Hal ini akan menimbulkan olok-olok yang berakhir dengan bullying. Oleh sebab itu kami sudah memfasilitasi pelayanan kejiwaan di puskesmas dengan cara yang ramah,” tutur dr Anung, saat ditemuik Okezone di Gedung Adhyatma, Kuningan, Rasuna Said, Jakarta Selatan, belum lama ini.

BACA JUGA:

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement