MENINGKATNYA angka kehamilan remaja di Indonesia tentu menjadi sebuah pertanyaan besar bagi pemerintah. Apa yang melatarbelakangi peningkatan kehamilan remaja yang diperkirakan mencapai lebih dari 500 kehamilan setiap tahunnya. Setelah ditelusuri secara komprehensif, ternyata ada sejumlah faktor yang membuat angka kehamilan remaja terus meningkat.
Menurut Survey Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2017, penyebabnya adalah penurunan penggunaan kontrasepsi modern pada segmen usia muda (15-29 tahun) secara segnifikan sekira 4 persen dari total populasi Indonesia. Selain itu, rendahnya pengetahuan anak muda terhadap kesehatan reproduksi (KESPRO), dan kurangnya akses terhadap informasi yang akurat dan terpercaya tentang kontrasesi, juga disinyalir menjadi dua penyebab utama hal tersebut.

Berdasarkan penuturan drg. Widwiono, M.Kes selaku Plt. Direktur Kesehatan Reproduksi BKKBN mengungkapkan, salah satu kendala utama edukasi kontrasepsi bagi pasangan muda adalah masih adanya mitos yang rancu. Pemerintah melalui BKKBN bersama mitra, terus berupaya mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga dengan metode kontrasepsi modern yang hasilnya tentu lebih efektif dan efisien.
“Kami juga berharap agar pasangan yang akan menikah nantinya lebih aktif mencari tahu mengenai informasi yang akurat seputar kontrasepsi pada sumber yang terpercaya. Sehingga tidak mudah termakan mitos tentang kontrasepsi,” tegas Wdiwiono, dalam konferensi pers Hari Kontrasepsi Sedunia dengan DKT Indonesia, di Kembang Goela, Jakarta Selatan, Selasa (25/9/2018).