Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Avozillas, Alpukat Raksasa asal Australia Seharga Rp134 Ribu, Seperti Apa Bentuknya?

Leonardus Selwyn , Jurnalis-Rabu, 05 September 2018 |02:27 WIB
   Avozillas, Alpukat Raksasa asal Australia Seharga Rp134 Ribu, Seperti Apa Bentuknya?
Ilustrasi Alpukat. (Foto: Huffpost)
A
A
A

ALPUKAT adalah salah satu buah yang gemar dikonsumsi masyarakat Indonesia. Rasanya yang pulen dan tidak terlalu manis membuatnya sangat cocok untuk dijadikan jus. Anda cukup mencampurkannya dengan susu kental manis dan aneka toping sesuai selera untuk mendapatkan cita rasa yang sempurna.

Jika Anda merupakan salah satu pencinta alpukat, maka ada sebuah hal unik yang bisa membuat Anda penasaran. Di Australia ada sebuah alpukat raksasa yang disebut dengan Avozillas. Alpukat ini sangat langka dan sulit untuk didapatkan meskipun Anda berada di tempat buah ini berada.

Saking besarnya alpukat ini disebut dengan nama Avozillas. Berat buah ini hampir tiga pon yang berarti seukuran dengan empat alpukat normal. Harganya pun cukup mahal yakni Rp134 ribu. Dari segi rasa, avozillas memiliki rasa yang sama dengan alpukat biasa, hanya saja daging buahnya sedikit lebih lembut.

Baca Juga: Intip Tato Atlet Voli Kazakhstan Kristina Karapetyan yang Hampir Menutupi Seluruh Tubuhnya

Sebagaimana dilansir dari Bustle, varietas alpukat ini dikembangkan di Afrika Selatan dan merupakan hasil perkawinan silang dari dua sub-spesies yang berbeda. Para pengembang di Afrika Selatan telah memegang hak atas alpukat ini, dan buah tersebut dibawa ke Australia melalui petani yang bersedia membayar royalti.

Seorang petani alpukat asal Australia, Ian Groves, menceritakan tentang proses panjang tentang apa yang telah mereka lakukan agar bisa mendapatkan avozillas yang siap dikirm ke toko.

Baca Juga: Bocah Ini Bakar Terong hingga Gosong, Hasil Akhirnya Bikin Netizen Berdecak Kagum

"Ada pembibitan, kami membeli pohon yang berbeda dan ketika kami menanam banyak alpukat 10 tahun lalu mereka memberi kami satu sebagai percobaan.

"Dan setelah sekitar empat atau lima tahun, kami mencoba beberapa buah dan berpikir untuk menjualnya. Jadi kami menanamkan blok kecil sekira kurang dari 400 pohon. Pohon ini akan tumbuh sekitar empat tahun dan ini adalah produksi pertama mereka," jelas dia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement