“Tentang dessert, tren dessert selalu berubah-ubah, sekarang sih yang sedang hits sekali di mana-mana untuk di Amerika adalah donat. Donat bisa dibilang kembali menjadi pusat perhatian, coming back to spotlight. Donat yang sedang diganderungi pun bermacam-macam jenisnya. Orang-orang suka donat tradisional yang plain, atau yang punya rasa-rasa berbeda. Cara makannya pun beragam, ada yang menyantapnya dengan es krim ada juga yang menyantapnya dengan hamburger. Donat sebagai makanan penutup adalah produk yang unik,” jelas Lindsay saat ditemui Okezone, Selasa (4/9/2018) dalam konfrensi pers “When Jakarta Meets The USA” di Hotel Fairmont, Jakarta. Acara yang menampilkan ragam kuliner dan gaya hidup dari berbagai destinasi di Amerika (California, New York, Boston).

Lebih lanjut Lindsay menjelaskan, donat sebagai hidangan dessert klasik di Amerika hadir sebagai sebuah makanan ringan yang menyenangkan atau biasa disebut dengan istilah “comfort foods”. Sedangkan untuk tren donat di Amerika sendiri yang semakin besar, menurutnya juga pada akhirnya memunculkan banyak kedai-kedai donat independent selain kehadiran merek-merek besar yang memang sudah terkenal sejak dulu.
“Donat ini seperti comfort food untuk orang Amerika. Contohnya, di Boston saja brand Dunkin Donuts adalah salah satu brand makanan yang terbesar. Sekarang begitu banyak kedai-kedai donat independent, tidak hanya brand besar yang cabangnya di mana-mana. Donat setiap hari bisa terjual ribuan, untuk mengonsumsinya pun donat ini jenisnya easy to pick dan easy to eat,” tandas Lindsay.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.