KUCING merupakan salah satu hewan lucu dan menggemaskan di dunia. Tentu banyak orang ingin memelihara hewan kecil dan lucu ini. Meski demikian, sebuah dewan regional di Selandia Baru telah mengusulkan untuk melarang semua kucing domestik dalam upaya melindungi hewan asli.
Lingkungan di Southland menyerukan agar semua kucing domestik di wilayah tersebut dikebiri, atau dikenal dengan microchip dan didaftarkan. Kemudian, ketika seekor kucing mati, penduduk tidak akan diizinkan untuk memeliharanya lagi.
“Kami bukan pembenci kucing. Tapi kami ingin melihat kepemilikan hewan peliharaan yang bertanggung jawab dan ini benar-benar bukan tempat untuk kucing." John Collins, dari Omaui Landcare Trust, sebagaimana dilansir dari The Guardian, Jumat (31/8/2018).
(Baca Juga: Pesona Farah Ann, Atlet Malaysia yang Pernah Dikritik karena Umbar Aurat)
Ali Meade, manajer operasi biosekuriti dewan, mengatakan bahwa jika langkah itu disetujui, maka hal tersebut akan dijadikan rujukan untuk perbaikan lingkungan. Hal itu dinilai akan membuat kehidupan burung lokal jadi lebih aman.
Pengajuan rencana penanggulangan kucing yang dianggap hama itu akan ditutup pada akhir Oktober. Sebab, kucing sering kali memangsa burung asli Selandia Baru dan mengancam populasinya. Namun, tidak semua anggota komunitas senang dengan ide tersebut.

Penduduk Omaui, Nico Jarvis, mengatakan kepada Otago Daily Times bahwa mereka terkejut dan merencanakan sebuah petisi untuk menentang rencana pemusnahan kucing. Dia mengatakan bahwa ketiga kucingnya tersebut adalah satu-satunya cara untuk memerangi masalah hewan pengerat yang ada di daerah itu.
"Jika saya tidak dapat memiliki kucing, tentu akan menjadi tidak sehat bagi saya untuk tinggal di rumah saya," tegas Jarvis.
Jarvis berharap pemerintah tidak membatasi populasi kucing bahkan mengatur kemampuan orang untuk memiliki kucing. Sebagaimana diketahui, langkah ini dilakukan karena Selandia Baru berambisi untuk menjadi negara bebas predator pada 2050. Rencana itu dikhususkan untuk memusnahkan spesies predator pengganggu seperti tikus, cerpelai, posum, termasuk kucing pemangsa. Rencana ini diumumkan sejak 2016.
Kini, kucing menjadi salah satu sorotan karena kecenderungan mereka dalam memangsa burung asli Selandia Baru. Bahkan di Pulau Kapiti Kotuku parks sudah memiliki aturan tanpa kucing dan dewan Auckland juga melihat rencana untuk melakukan pemindahan pada setiap kucing yang tidak terdaftar dengan microchip tertangkap ke sebuah tempat lain.
(Baca Juga: Tentara Wanita dari Rusia Ini Sangat Cantik, Ternyata Dia Adalah)
Ekonom telah berubah menjadi kandidat parlementer, Gareth Morgan telah lama mengusulkan untuk memusnahkan kucing dari Selandia Baru sebagai cara untuk melindungi spesies asli dari apa yang disebutnya “natural born killers”.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.