Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Otak-Otak Bakar Khas Tanjung Pinang, Gurihnya Beda!

Dinno Baskoro , Jurnalis-Selasa, 21 Agustus 2018 |17:44 WIB
Otak-Otak Bakar Khas Tanjung Pinang, Gurihnya Beda!
Otak-Otak Khas Tanjung Pinang(Foto: Dinno/Okezone
A
A
A

BAGI kamu yang suka ngemil pasti sudah tidak asing lagi dengan otak-otak. Camilan yang satu ini memang paling enak disantap untuk menemani waktu bersantai.

Otak-otak biasanya terbuat dari ikan tengiri yang dihaluskan, dicampur dengan tepung kanji dan aneka bumbu rempah. Adonan itu dikukus (otak-otak kukus yang kemudian tinggal digoreng sebelum dinikmati) atau dibungkus daun pisang lalu dibakar hingga matang.

Mencari hidangan otak-otak pun tidak terlalu sulit. Hampir di setiap sudut kota pasti ada penjaja kaki lima yang menjual otak-otak.

 BACA JUGA:

Uniknya Cita Rasa Pizza Bubble Mozarella dari Taiwan

Atau kalau mau rasa yang lebih mantap, cobain deh otak-otak bakar di daerah pesisir pantai. Konon, otak-otak di daerah tersebut lebih sedap karena daging ikannya segar dan langsung ditangkap dari perairan sekitar.

Tak terkecuali dengan otak-otak bakar khas Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Camilan gurih yang satu ini sepertinya jadi salah satu panganan yang wajib dicoba jika berkunjung ke Tanjung Pinang.

 

Jika dilihat sekilas, mungkin tak ada bedanya dengan otak-otak bakar biasa. Tapi coba kamu lihat dengan seksama, otak-otaknya dibungkus dengan daun kelapa lho!

"Ini khasnya Tanjung Pinang, otak-otak dibungkus pakai daun kelapa. Soalnya kalau pakai daun pisang dia mudah gosong dan daun kelapa bikin rasanya lebih sedap," kata Casmuti kepada Okezone, juru masak otak-otak di resto TCC Sop Tulang, Tanjung Pinang, Kepri.

Bahan utama otak-otak yang digunakan agak berbeda dari biasanya. Camilan ini terbuat dari ikan tengiri, tepung kanji, diisi potongan sotong alias cumi-cumi dan diberi bumbu genep.

 

"Selain bumbu genep, otak-otaknya juga pakai daun jeruk dan ketumbar. Ini yang bikin otak-otak jadi lebih wangi. Cabai merah juga pakai, makanya warnanya merah. Kalau otak-otaknya putih, dia enggak pakai cabai," tambahnya.

Untuk menikmati otak-otak bakar khas Tanjung Pinang ada 3 cara. Bisa dimakan langsung, dicocol ke saus kacang seperti otak-otak biasa atau dicelup ke saus khas dengan campuran cabai merah dan bawang putih yang dipotong kasar, lalu disiram cuka dan saus sambal.

Okezone pun penasaran mencicipi otak-otak versi original alias tanpa cocolan saus. Ketika bungkus daun dibuka, otak-otaknya berwarna oranye. Itu karena campuran bumbu genep yang membuat warnanya lebih cerah.

Saat dinikmati pun rasanya gurih bercampur rempah khas. Aroma rempahnya cukup kuat menyelimuti mulut dan ada sedikit pedas. Ketika dikunyah, teksturnya juga tidak begitu kenyal.

"Tepung kanjinya juga tidak terlalu banyak. Dicampur ke adonan ya hanya untuk mengikat adonan daging ikan dan bumbu saja," ujar Casmuti.

 

5 Fakta Mengejutkan Tentang Migrain, Salah Satunya Bisa Pengaruhi Mental

Selain itu, ada tekstur kejutan di bagian dalam. Otak-otaknya diisi dengan potongan sotong yang kenyal dan memberi sensasi berbeda ketimbang makan otak-otak biasa. Penasaran untuk mencobanya?

Di berbagai restoran di kawasan Tanjung Pinang, otak-otak bakar ini sering disuguhkan sebagai menu pembuka sembari menunggu pesanan datang. Satu buah otak-otak biasa dibanderol Rp3000.

(Dinno Baskoro)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement