2. Adat Sunda

Tidak jauh berbeda dengan adat Jawa, mereka yang berniat melangsungkan pernikahan dengan adat Sunda pun harus melewati banyak ritual sebelumnya. Bahkan, sebelum prosesi pernikahan itu berlangsung.
Biasanya, tradisi itu sudah dimuali sejak rencana lamaran. Jadi, biasanya runutan adatnya adalah neundeun omong (menyimpan ucapan), dilanjut narosan atau lamaran. Kemudian Tunangan, seserahan, ngeuyeuk seureuh, membuat lungkun, dan berebut uang.
Nah, untuk acara pernikahan hari H, adatnya itu biasanya dimulai dengan penjemputan calon pengantin pria, ngabagueakeun, akad nikah, sungkeman, wejangan, saweran, meuluem harupat, nincak endog, dan ditutup dengan muka panto.