Menurut beberapa referensi, minuman yang satu ini awalnya adalah minuman masyarakat asli Betawi. Jadi, ketika orang Betawi pengin juga merasakan bir yang banyak diminum oleh bangsa Belanda, mereka menciptakan minuman sendiri.
Masyarakat Betawi banyak yang menganut Islam dan di agama ini sudah jelas yang namanya alkohol itu dilarang dan karena itu, bir yang mereka ciptakan tidak ada alkoholnya sama sekali. Malah, mereka menggunakan rempah-rempah asli Indonesia untuk membuat rasa minuman ini nikmat.
Menurut sumber lain, jika merujuk pada suku kata minuman ini, maka ada dua kata di sana. Ada bir dan ada pletok. Untuk bir sendiri, ternyata ini tidak dimaknai sebagi minuman beralkohol, tetapi bi'run yang artinya abyar atau sumber mata air. Sedangkan, kata pletok artinya ada tiga; yaitu dibuat dari bambu, ditaruh di teko, atau dikocok yang mana itu menimbulkan bunyi yang terdengar 'pletok'.
Bicara mengenai bahan-bahan yang dipakai untuk membuat minuman ini, sebetulnya semua bahan bisa Anda temukan di dapur. Bahan-bahan tersebut antara lain jahe, kapulaga, lada hitam, cengkeh, biji pala, kembang pk, cabe jawa, kayu manis, kayu secang, sereh, daun jeruk, daun pandan, dan gula pasir putih. Semua bahan tersebut diolah menjadi satu dan terciptalah bir pletok.
(Foto: Wikipedia)
Selendang Mayang