(Baca Juga:5 Fakta Tentang Lynsi Snyder si Ratu Burger Amerika)
“Mereka selama ini berada di zona aman sebagai istri, kemudian setelah bercerai, sudah tidak dinafkahi sehingga mereka benar-benar sendiri. Itu pengalaman traumatis dan kita biasanya menemani mereka dari titik nol temenin sampai bisa stabil,” imbuh Sabrina.
Selain itu, komunitas ini juga memberikan pembelajaran bagi para ibu tunggal untuk tidak memusuhi mantan suaminya atau menjelek-jelekkan mereka di depan anaknya.
“Bagaimanapun itu adalah ayah dari anaknya, yang jelek itu ‘kan kelakuannya. Jangan sampai anak membenci ayahnya, jadi kita edukasi di situ,” terang Maureen.
Baik Maureen maupun Sabrina berharap komunitas yang sudah beranggotakan lebih dari 400 orang ini bisa lebih menjangkau seluruh wilayah Indonesia untuk memberikan kekuatan bagi para ibu tunggal. Keduanya juga berharap agar komunitas mereka bisa diakui oleh pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.