Bahkan, sangking tingginya permintaan pasar akan kopi Pegunungan Bintang, sempat membuat masyarakat setempat kewalahan. Oleh karena itu, Costan menginisiasi program tanam kopi di seluruh Pegunungan Bintang termasuk membantu memfasilitasi tempat penyimpanan kopi sehingga masyarakat dapat memaksimalkan produksi biji kopi kering dan basah.
[Baca Juga: Penduduk Britania Raya Pecahkan Rekor Minum Kopi Hingga 95 Juta Cangkir per Hari]
Dengan begitu pelan-pelan kopi tersebut mulai mendunia, sebab peminatnya tak hanya pasar lokal, namun juga penikmat kopi mancanegara.
"Peminatnya sudah tinggi dari luar negeri seperti Australia, Selandia Baru, Eropa. Kita menghasilkan kopi jenis arabica. Awal keberadaan kopi asli Papua asal Pegunungan Bintang ini dimulai pada tahun 1960-an. Saat itu ada misionaris dari Belanda yang menanam kopi jenis Arabica," jelasnya.
