KASUS bullying ternyata bisa menimpa siapa saja, tidak melihat latar belakang keluarga, kondisi fisik, atau asal usul sang korban. bullying sering kali terjadi pada usia anak-anak dan ketika menginjak usia remaja. Bahkan, para pem-bully tersebut tidak peduli meskipun yang di-bully adalah seorang pangeran.
Ya, Pangeran Harry mengaku pernah di-bully di sekolahnya. Dilansir dari Mirror, Jumat (4/5/2018), berita tersebut pertama kali terungkap pada 2007 silam. Kala itu, Pangeran Harry mengaku sempat merasa putus asa dan membutuhkan pertolongan dari pihak profesional.
Dia kemudian menceritakan pengalamannya kepada Maxine Broadfood, wanita yang memenangkan penghargaan memorial konser untuk mengenang Putri Diana.
Baca juga: Bully Berakhir Maut, Ini 3 Peristiwa Balas Dendam Korban Bullying
“Harry datang ke meja kami dan menanyakan apa kontribusi saya, sehingga bisa mendapatkan salah satu Diana Award. Saya mengatakan kepadanya bahwa saya memberikan konseling dan menolong anak-anak yang pernah mengalami kasus bullying,” katanya.

Mendengar pernyataan Maxine, Pangeran Harry kemudian bercerita bahwa dia pernah di-bully oleh teman-teman sekolahnya, karena memiliki rambut berwarna merah (ginger). Maxine pun awalnya tertawa, karena mengira hal itu adalah lelucon yang dilontarkan Pangeran Harry, mengingat statusnya sebagai seorang pangeran Inggris.
Akan tetapi, raut wajah Pangeran Harry tetap serius, dan mengatakan bahwa hal itu benar-benar terjadi. "Teman-teman militernya mungkin hanya bercanda, tapi nampaknya hal ini telah membuat dia risau," katanya.
