Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kombinasi Etnik, Modest, Party dan Urban, Tema Besar Gelaran Surabaya Fashion Parade 2018

Pradita Ananda , Jurnalis-Rabu, 02 Mei 2018 |19:15 WIB
Kombinasi Etnik, Modest, Party dan Urban, Tema Besar Gelaran Surabaya Fashion Parade 2018
Ilustrasi fashion show (Foto: Stylist)
A
A
A

Menariknya, gelaran pekan mode ini tidak hany menampilkan semata-semata pagelaran busana tetapi juga beragam lomba, talkshow, dan fashion exhibition. Sementara itu, puluhan desainer pun diketahui ikut serta dalam ajang SPF 2018 ini.

Mulai dari Novita Yunus, Deden Siswanto, Alphiana Chandrajani, RI Clothing, Interim Clothing, Jarit X Dru yang tergabung dalam tema konsep etnik, kemudian ada Cecilia Widjaja, Winarni Widjaja, Jeanie Tandra, Marley Heart, Yuliana Huang x Uniart, Alben Ayub Andal dengan mengusung tema cocktail, lalu tidak ketinggalan Raniah, Riris Ghofir, Dewi Nurshanti, Ajeng Cahyaning, Sanet Sabintang, Fiky Aisha, Eugeneffects, Neera Alatas, Fitri Aulia, Irma Intan, Sad Indah, Listya Dyan Rahayu, Elly Virgowati, Elva Fauqo, Tufiana, Laksmi, Belinda Ameliyah x Selvi Dania, Lia Siregar, Fahima Al Chatib dan Saffana yang nantinya akan membawakan karya koleksi rancangan busana Muslim dan modest wear.

Kemudian ada busana rancangan bertema party, yang akan diperlihatkan oleh sederet desainer, mulai dari Catherine Njoo, Arva School of Fashion x Kaynala by Susanna Andriyanto, Nafil Apim, Ira Agustine, Project merah Putih IFC Surabaya Ario Anindito, Mega Ma, Diana Putri dan Devy Ros. Lalu terakhir, ada Aldre, Yunita Kosasih, Stella Lewis, Bateeq, Phillip Iswardono, Agus Sunandar, Voravaj, Josephine Tan, Obib Nahrawi, Sonny Nagasurya dan Sofie yang disebutkan akan menampilkan rancangan busana urban dan avant garde.

Sementara itu, di dalam kesempatan yang sama ada pula kompetisi yang dilombakan selain Surabaya Model Search adalah Cipta Motif Batik Surabaya dan Surabaya Fashion Designer Award. Lomba-lomba ini diharapkan dapat memadukan antara kehidupan modern dengan nilai-nilai budaya yang melekat di Surabaya sehingga dapat diaplikasikan dalam busana sehari-hari.

Di lain sisi, gelaran ajang fesyen terbesar di Surabaya ini juga disebutkan oleh salah satu desainer senior, Dedem Siswanto sebagai pertanda bahwa semakin tahun kualitas desainer lokal bisa semakin baik.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement