Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Desainer Oscar Lawalata Pamerkan 100 Batik di Paris

Desainer Oscar Lawalata Pamerkan 100 Batik di Paris
Ilustrasi (Foto: Okezone)
A
A
A

Ia juga memberikan masukan, agar perajin juga memerhatikan limbah. Kendati memanfaatkan pewarna alami, limbah sebagai pewarna diharapkan tidak dibuang sembarangan. Selain itu, perajin diharapkan juga sering membuka dalam jaringan (daring), sehingga bisa mengetahui perkembangan dunia busana.

"Jangan terjebak dengan panggung busana, yang dipakai artis di panggung. Jika bisnis, kita lihat sosialita Jakarta, artis hari-hari bajunya. Jika baju pesta kan pesan, tapi jarang. Jadi, untuk perputaran bisnis cepat, melihat jangan busana di panggung, tapi hari-harinya," ujarnya.

Oscar juga berharap, perajin juga lebih mempunyai pikiran terbuka. Ia tidak sepakat ketika budaya busana di luar negeri dipaksakan dipakai di Indonesia, sebab belum tentu cocok. Dirinya justru mengapresiasi jika orang Indonesia bangga menggunakan produk dalam negeri.

"Di era terbuka, kita lihat trend fesyen dunia, tapi jangan lupa jati diri. Jangan paksakan diri, yang di sana ketat, kita juga mau begitu, padahal punya warna kulit sendiri, badan sendiri, kepribadian sendiri. Jangan desain dari luar dipaksakan ke Indonesia. Orang luar justru mencari khasnya Indonesia, orang Indonesia maunya, sukanya ke barat-baratan. Itu menurut saya harus disadari," kata dia.

(Muhammad Saifullah )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement