DESAINER Oscar Lawalata berencana memamerkan 100 batik yang merupakan warisan budaya dunia dari Indonesia di kantor UNESCO, Paris pada Juni 2018 mendatang.
"Itu dalam rangka acara UNESCO," katanya saat hadir dalam acara klinik bisnis UMKM dan keuangan inklusi di sebuah pusat perbelanjaan Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat.
Ia mengatakan, pada 2009 lalu, UNESCO menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the oral and intangible Heritage of Humanity) untuk Indonesia.
Dalam acara pameran itu sekaligus sebagai upaya menunjukkan bahwa batik Indonesia tetap eksis dan terus berkembang. Sebagai warisan, batik mempunyai beragam corak dan tetap mempertahankan kualitasnya.
"Saya ingin tunjukkan ke UNESCO, setelah itu (Penghargaan) diberikan, kita tetap melanjutkan, mengembangkan batik," ujarnya.
Rencananya di acara tersebut akan memamerkan 100 kain batik dari berbagai daerah di Indonesia, misalnya dari Jogjakarta, Solo, Madura, Tuban, Cirebon, Pekalongan, dan beberapa daerah lainnya.
Dalam pameran itu, akan mengenalkan tentang otentiknya kain batik. Sejumlah perajin batik juga akan ikut. Mereka sekaligus akan memeragakan cara membuat batik, sehingga masyarakat luar negeri bisa mengetahui bagaimana proses serta sulitnya membuat produk ini.
"Kami akan bawa 'Heritage-nya', membawa yang otentik. Jadi, nanti juga akan diperlihatkan membuat batik mulai proses awal sampai jadi batik. Orang sana tahu susahnya membuat batik," ujarnya.