Berdasarkan penuturan sejumlah saksi sejarah, Desa Giriroto pada awalnya berbentuk kademangan dengan wilayah tiga kebayanan atau dusun dan sembilan wilayah dukuh. Fungsinya sebagai kepanjangan tangan kepala desa atau demang. Masing-masing Bayan atau saat ini dikenal dengan nama Kepala Dusun memiliki wilayah yang telah ditetapkan oleh Demang atau Kepala Desa sebelumnya.
Baca: Prank Oreo Isi Odol, Youtuber Dituntut 2 Tahun Bui dan Denda Rp500 Jutaan
Pada awal 1950-an, kata dia, wilayah desa ini bertambah luas karena bekas perkebunan Belanda yang berlokasi di sela-sela dukuh telah diambil alih oleh warga Desa Giriroto. Perkebunan tersebut sebelumnya dikelola oleh pemerintah Kolonial Belanda dan diambil oleh oleh Penjajah Jepang.
Bertambahnya luas wilayah Desa Giriroto membuat semakin bertambahnya penduduk. Sehingga pada tahun 1950-an wilayah Desa Giriroto menjadi sebelas dukuh yang terbagi menjadi tiga kebayanan atau dusun dan 24 RT. (ris)
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.