RADEN Ajeng (RA) Kartini merupakan salah satu pahlawan paling berjasa dalam menyuarakan emansipasi bagi seluruh perempuan Indonesia. Berkat perjuangannya lah, perempuan Indonesia mendapatkan hak yang setara dengan laki-laki, termasuk dalam hal pendidikan.
Namun tidak banyak orang yang mengetahui, seperti apa perjalanan hidup wanita kelahiran Jepara itu, dan penyakit apa yang merenggut nyawanya. Berdasarkan hasil penelusuran Okezone, RA. Kartini meninggal dunia setelah melahirkan anak tunggalnya, Raden Mas Soesalit Djojoadhiningrat.
Penyebabnya diduga akibat mengidap penyakit preeklamsia. Penyakit ini biasanya dimulai setelah kehamilan memasuki usia 20 minggu, dan dapat menyerang pada wanita dengan tekanan darah normal.
Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius bagi ibu maupun bayi, dan juga berujung pada kematian. Meski diklaim tidak memiliki gejala tertentu, preeklamsia bisa ditandai dari tekanan darah tinggi dan kadar protein para urine ibu hamil.
Namun dalam beberap kasus, ada juga yang mengalami pembengkakan pada kaki disertai retensi air. Sayangnya, gejala tersebut dianggap masih sulit untuk dikategorikan sebagai penyebab preeklamsia.